Komisi Yudisial Raih Sertifikasi ISO 27001

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA:  Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (KY) menerima sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 27001:2013.

Sertifikat diberikan  untuk Information Security Management System (ISMS) atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk ruang lingkup Data Center, Help Desk, Pengelolaan Aplikasi dan Infrastruktur di Bidang Data dan Layanan Informasi KY.

Direktur Utama CBQA Global Yessiva menyampaikan penghargaaan kepada Sekjen KY Tubagus Rismunandar Ruhijat dan didampingi Kepala Pusat Analisis dan Layanan Informasi KY R. Adha Pamekas di Gedung KY, Jakarta, Kamis (20/2).

CBQA merupakan salah satu lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan member International Accreditation Forum (IAF).

Dalam siaran persnya,  Senin (24/2)

Tubagus Rismunandar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim terhadap capaian yang telah diraih KY. Tubagus berharap, KY terus meningkatkan prestasi dan berupaya untuk meningkatakan ruang lingkup yang lebih luas lagi.

“Terus konsisten dalam penerapan setiap tahapan yang ada. Ke depan terus ditingkatkan dengan ruang lingkup yang lebih luas lagi,” harap Tubagus.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY Farid Wajdi menambahkan  dengan sertifikasi ISO 27001:2013 ini diharapkan pengelolaan informasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

“Sertifikasi ini seharusnya memacu produktivitas KY dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga konsisten dengan standar dan prosedur-prosedur yang dianjurkan sesuai best practice yang ada,” ujar Farid.

ISO 27001:2013 adalah prosedur terdokumentasi dan praktik-praktik standar untuk manajemen sistem. Tujuannya,    menjamin keamanan informasi di suatu organisasi. Menerapkan standar ISO 27001 akan membantu organisasi dalam membangun dan memelihara sistem manajemen keamanan informasi (ISMS). Selain itu untuk melindungi serta menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) informasi.

Direktur Utama CBQA Global Yessiva menyampaikan, sertifikasi yang diperoleh KY merupakan salah satu upaya dalam penerapan tata kelola penanganan dan pengamanan informasi yang baik.

“Ini merupakan one step foward, saling bahu membahu untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Yessiva. (ahi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *