Categories
Uncategorized

Penyelenggara Fintech Lending Terdaftar dan Berizin di OJK per 28 Desember 2020

Penyelenggara Fintech Lending Terdaftar dan Berizin di OJK per 28 Desember 2020

Sampai dengan 28 Desember 2020, total jumlah penyelenggara fintech peer-to-peer lending atau fintech lending yang terdaftar dan berizin di OJK sebanyak 149 perusahaan.

OJK mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggara fintech lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK.

Anwar Siregar, Director CBQA Global Indonesia sebagai partner terpercaya dalam Sertifikasi, Audit dan Training juga merasa bersyukur atas Daftar berizin dari OJK tersebut

“Tentunya kita bersyukur dengan semakin banyaknya fintech yang terdaftar/berizin dari OJK. Karena artinya fintech tersebut sudah menerapkan regulasi yang di persyaratkan OJK, termasuk di dalamnya terkait penanganan keamanan data customer” Ujar Anwar Siregar.

Anwar Siregar menambahkan dengan telah dirilisnya fintech yang terdaftar/berizin dari OJK akan membuat tenang para customer fintech tersebut.

“Sehingga ini menjadi berita baik, karena dgn semakin banyak yg terdaftar/berizin dari OJK maka customer semakin tenang dalam bertransaksi. Mengingat semua fintech yang berijin juga telah menerapkan  pengamanan data pada customernya dgn prinsip Kerahasiaan, Integritas dan Ketersedian data yang dibutuhkan oleh customer mereka” tambah Anwar Siregar.

Standar ISO/IEC 27001:2013 akan membantu organisasi dalam membangun dan memelihara Sistem Manajemen Keamanan Informasi (ISMS). Selain itu untuk melindungi serta menjaga Kerahasiaan (Confidentiality), Integritas (Integrity) dan Ketersediaan (Availability) informasi

Temukan bagaimana kami dapat membantu Anda dalam Certification, Audit and Training disini

Categories
Uncategorized

Training Internal Auditor ISO/IEC 27001:2013

Training Internal Auditor ISO/IEC 27001:2013

Jakarta – 18-19 Agustus 2020 CBQA GLOBAL kembali menyelenggarakan Training Internal Auditor ISO/IEC 27001:2013 yang bertempat di 101 Jakarta Sedayu Dharmawangsa, Jakarta.

Training selama 2 hari ini mengajak para peserta untuk lebih memahami peran seorang auditor dalam merencanakan, melaksanakan, melaporkan dan menindaklanjuti Audit Sistem Kemanan Manajemen Informasi (ISMS) sesuai dengan standard ISO 19011.

 

Pada Training ini para peserta diharapkan akan memiliki keahlian dan kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan Audit Internal yang berdasarkan kepada standard Sistem Kemanan Manajemen Informasi (ISMS) ISO/IEC 27001:2013 – Klausul 9.2.

CBQA GLOBAL sebagai Lembaga Sertifikasi, Audit dan Training yang telah terakreditasi oleh KAN & IAF secara rutin memiliki Jadwal Pelatihan yang dapat meningkatkan Keahlian dan Kemampuan para peserta untuk dapat memiliki nilai tambah sebagai seorang Auditor.

Untuk jadwal Training lainnya silahkan klik atau hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

(cbqaglobal.com)

Categories
NEWS

Tele-Simposium MHKI

Awal Maret 2020, ketika pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 yang pertama terkonfirmasi, media massa dihebohkan dengan identitas pasien dan bahkan alamat pasien yang bocor ke publik. Hal itu sempat membuat pasien menjadi depresi dan tertekan. Pada bulan Juni, Tempo memberitakan adanya ratusan ribu data pasien Covid-19 yang bocor dijual ke pasar gelap, meski hal ini belum dikonfirmasi oleh pemerintah. Namun dari beberapa kasus tersebut menggambarkan masih rentannya data pribadi dan kesehatan untuk dipergunakan tidak sebagaimana mestinya dan jelas merugikan pemilik data.

Saat ini sedang berlangsung pembahasan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Hal ini perlu diapresiasi dan didukung karena pemerintah/eksekutif maupun legislatif telah menaruh perhatian pada perlindungan data pribadi. Meski Indonesia terlambat dibandingkan negara yang telah lama meratifikasi terkait perlindungan data pribadi, namun hal ini perlu disupport karena sebagai bentuk pemenuhan terhadap hak-hak konstitusional setiap warga negara.

CBQA GLOBAL Indonesia akan menjadi salah satu narasumber dalam acara TELE-SIMPOSIUM “Perlindungan Data Pribadi dan Kesehatan di Era Pandemi Covid-19” dalam Rangka memperingati HUT RI ke-75 Tahun yang dipersembahkan oleh Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (Indonesia Health Law Society).

Acara yang akan diselenggarakan pada Hari Selasa, 18 Agustus 2020 mulai Pukul 13.00 – 15.00 WIB secara virtual ini akan mengajak kita memahami pentingnya Keamanan dan Sertifikasi Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia serta Implementasi Sistem Keamanan Manajemen Informasi (ISMS) dengan berdasarkan kepada standard ISO/IEC 27001:2013 yang mensyaratkan Organisasi untuk melakukan perlindungan data/informasi termasuk didalamnya perlindungan data pribadi.

Categories
NEWS

Siggap Teknologi Internasional, Konsultan Keamanan Siber Raih Sertifikat ISO 27001

siggap teknologi internasional raih sertifikat iso/iec 27001

Jakarta, BISKOM – PT Siggap Teknologi Internasional resmi mendapatkan sertifkasi ISO/IEC 27001:2013 dari lembaga sertifikasi CBQA Global. Bahwa sertifikat ISO/IEC 27001:2013 yang diterbitkan oleh CBQA Global diakui di 94 negara anggota IAF.

Acara seremoni serah terima sertifikat ISO/IEC 27001:2013 dilakukan oleh Yessiva, selaku Presiden Direktur CBQA Global kepada Purwadi selaku GM Sales & Marketing PT Siggap Teknologi Internasional, kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS) Soegiharto Santoso atau biasa disapa Hoky.

Pada kesempatan tersebut Yessiva menyampaikan, dengan diraihnya sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 ini diharapkan tingkat kepercayaan dari customer terhadap pengelolaan informasi dan layanan yang diberikan oleh PT Siggap Teknologi Internasional akan semakin meningkat.

Sedangkan Purwadi mengatakan, pencapaian ini dikarenakan PT Siggap Teknologi Internasional selalu ingin berupaya menjaga dan meningkatkan komitmen pelayanan kepada para pelanggan kami, hal tersebut sejalan dengan kebutuhan akan keamanan serta kenyamanan dibidang pemanfaatan sistem teknologi informasi saat ini merupakan hal yang utama.

Untuk meningkatkan tata kelola keamanan data pelanggan, Siggap berkomitmen penuh atas keamanan sistem informasi dan data yang dibuktikan, antara lain, dengan meraih Sertifikat ISO 27001:2013 tersebut, Sertifikasi ini merupakan penilaian standar internasional terhadap sistem tata kelola keamanan informasi dan perlindungan data.

Di era digital saat ini, keamanan cyber masih menjadi tantangan di Indonesia, sedangkan data dan sistem informasi merupakan aset perusahaan yang sangat penting. Terlebih sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, sebagian besar perusahaan ‘dipaksa’ untuk melakukan bisnis dari rumah atau work from home. Hal ini membuat masyarakat semakin bergantung kepada teknologi digital sehingga ancaman terhadap keamanan cyber semakin tinggi.

Sementara Hoky mengatakan, “Saya selaku Ketua Umum APTIKNAS mengucapkan selamat dan sukses kepada PT Siggap Teknologi Internasional atas diperolehnya sertifikat ISO/IEC 27001:2013, hal ini merupakan kebanggaan untuk APTIKNAS dan kehadiran saya adalah merupakan bentuk komitmen serta dukungan kepada anggota APTIKNAS, apalagi saya memperoleh informasi, bahwa saat ini di Indonesia baru ada sekitar 3 sampai dengan 4 perusahaan yang memperoleh sertifikat ISO/IEC 27001:2013.”

Hoky menambahkan, “Semoga hal positif ini dapat terus dikembangkan dan dapat diteruskan kepada seluruh DPD-DPD APTIKNAS yang saat ini telah tersebar di 29 Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Sebab seperti kita ketahui bersama ada saja pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab berusaha mengakses secara ilegal data yang dimiliki perusahaan-perusahaan, bahkan tidak jarang data tersebut dijual kembali ke pihak lain. Oleh karenanya kita harus dapat mencegah sebaik mungkin, untuk itulah bagi perusahaan yang telah tersertifikasi ISO 27001, maka dapat diartikan perusahaan tersebut telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah pelanggaran data dan melindungi perusahaan dari ancaman serangan cyber dan pencurian data.” ungkap Hoky.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD DKI APTIKNAS Fanky Christian yang sangat menyambut baik anggotanya untuk berperan aktif dalam keamanan sistem informasi. “Kami telah memulai APTIKNAS Cyber Security Chapter tahun ini, dan PT Siggap Teknologi Internasional merupakan salah satu anggota kami yang aktif dalam berbagai kegiatan keamanan sistem informasi yang APTIKNAS lakukan”, ujar Fanky. (Redaksi)

source

Categories
NEWS

Komisi Yudisial Raih Sertifikasi ISO 27001

Komisi Yudisial Raih Sertifikasi ISO 27001

JAKARTANEWS.ID – JAKARTA:  Sekretariat Jenderal Komisi Yudisial (KY) menerima sertifikasi International Organization for Standardization (ISO) 27001:2013.

Sertifikat diberikan  untuk Information Security Management System (ISMS) atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi untuk ruang lingkup Data Center, Help Desk, Pengelolaan Aplikasi dan Infrastruktur di Bidang Data dan Layanan Informasi KY.

Direktur Utama CBQA Global Yessiva menyampaikan penghargaaan kepada Sekjen KY Tubagus Rismunandar Ruhijat dan didampingi Kepala Pusat Analisis dan Layanan Informasi KY R. Adha Pamekas di Gedung KY, Jakarta, Kamis (20/2).

CBQA merupakan salah satu lembaga sertifikasi yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan member International Accreditation Forum (IAF).

Dalam siaran persnya,  Senin (24/2) Tubagus Rismunandar mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada tim terhadap capaian yang telah diraih KY. Tubagus berharap, KY terus meningkatkan prestasi dan berupaya untuk meningkatakan ruang lingkup yang lebih luas lagi.

“Terus konsisten dalam penerapan setiap tahapan yang ada. Ke depan terus ditingkatkan dengan ruang lingkup yang lebih luas lagi,” harap Tubagus.

Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Layanan Informasi KY Farid Wajdi menambahkan  dengan sertifikasi ISO 27001:2013 ini diharapkan pengelolaan informasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

“Sertifikasi ini seharusnya memacu produktivitas KY dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Semoga konsisten dengan standar dan prosedur-prosedur yang dianjurkan sesuai best practice yang ada,” ujar Farid.

ISO 27001:2013 adalah prosedur terdokumentasi dan praktik-praktik standar untuk manajemen sistem. Tujuannya,    menjamin keamanan informasi di suatu organisasi. Menerapkan standar ISO 27001 akan membantu organisasi dalam membangun dan memelihara sistem manajemen keamanan informasi (ISMS). Selain itu untuk melindungi serta menjaga kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity) dan ketersediaan (availability) informasi.

Direktur Utama CBQA Global Yessiva menyampaikan, sertifikasi yang diperoleh KY merupakan salah satu upaya dalam penerapan tata kelola penanganan dan pengamanan informasi yang baik.

“Ini merupakan one step foward, saling bahu membahu untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Yessiva. (ahi)

Categories
Event

Workshop Indeks KAMI

CBQA Global is invited to be one of the speaker in Workshop Indeks KAMI event, which is held by Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) on 25 February 2020 at Hotel Harris Ciumbeuleuit Bandung.

The topics that will be covered in the event are :

  • The Framework of Information Security based on SNI ISO:IEC 27001
  • Challenges in implementing SNI ISO:IEC 27001 in Fintech P2P lending and e-business
  • 8 steps of certification by CBQA Global

Visit our stand and meet our Marketing Team in for interesting offers.

Categories
Cyber Security

Fintech and Cyber Security

Fintech peer to peer landing is one of the most growing business in nowdays. Fintech has been changing the patern of traditional bank transaction from digital transaction in to more flexible financial transaction.With this benefit, fintech also raised more security issue to the sensitive information, such us data privacy.

As more services go online, data ubiquity, and consequently data security, are proving to be a major challenge for fintech.

So what should fintech companies do to best protect themselves and their customers. Certainly they must implement the best practice information security management system standard such us ISO 27001 as a minimum requirement.

This is as preventive action on anticipating things that could go wrong and then putting in place robust, effective measures to prevent, or at least greatly mitigate them from having serious problems in the areas of cybersecurity, data security, and privacy protections.

Security in all of its aspects has to be the top priority within the fintech community in order to properly safeguard institutional and consumer data. In addition, every fintech company, no matter its size, has a solemn responsibility to do what’s needed to protect the overall financial services industry infrastructure, especially because many financial transactions take place across an interconnected global data communications enterprise, which increases overall vulnerability